Liputanterkini.id,Metro– Aksi protes keras ratusan mahasiswa, membakar ban bekas di halaman gedung kantor DPRD Kota Metro, sebagai simbol kemarahan mahasiswa mewakili warga Kota Metro dengan orasi 13 tuntutan yang harus di jelaskan langsung oleh Wali Kota Metro.

Aksi demo gabungan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Metro dan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Dharma Wacana Kota Metro. Selasa, 10/03/2026.
Ratusan mahasiswa menyuarakan kritik terhadap sejumlah program pemerintah daerah yang dinilai belum berjalan optimal alias tidak berpihak kepada masyarakat.
Demo Ratusan Mahasiswa, Desak DPRD Evaluasi Kinerja Pemkot Dan Meminta Wali Kota Hadir
Secara tegas mendesak DPRD untuk menghadirkan Wali Kota Metro ke gedung parlemen daerah, guna memberikan penjelasan langsung terkait berbagai persoalan yang menjadi sorotan publik.
Namun, gelombang aksi mahasiwa itu yang berlangsung sejak pagi tadi hingga pukul 10.33 WIB, hanya tiga orang anggota DPRD Kota Metro dari Partai NasDem yang keluar menemui ratusan demonstran mahasiswa, sementara sisanya belum terlihat kehadiran sebagai anggota parlemen wakil rakyat.
Salah satu orator aksi, Arda, menyampaikan bahwa demonstrasi tersebut merupakan bentuk kontrol publik terhadap jalannya pemerintahan di Kota Metro. Ia menyebutkan mahasiswa membawa sejumlah tuntutan yang harus segera dijawab oleh pemerintah daerah dan DPRD.
Mendesak DPRD Kota Metro untuk menghadirkan Walikota Bambang Iman Santoso, guna memberikan penjelasan terkait realisasi program kerja pemerintah kota.
“Kami membawa tuntutan yang jelas agar pemerintah daerah segera mengevaluasi dan mengoptimalkan program-program yang telah dijanjikan kepada masyarakat,”katany
Demo Ratusan Mahasiswa, Desak DPRD Evaluasi Kinerja Pemkot Dan Meminta Wali Kota Hadir
Mahasiswa menyoroti 13 program unggulan pemerintah daerah yang dinilai perlu segera dievaluasi dan dimaksimalkan pelaksanaannya. Program tersebut antara lain perbaikan infrastruktur jalan melalui program Semua Jalan Mulus, peningkatan penerangan jalan umum, digitalisasi pelayanan publik, serta bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM.
Menuntut peningkatan insentif bagi perangkat lingkungan seperti RT, RW, LPM, kader posyandu, hingga penguatan layanan kesehatan melalui peningkatan fasilitas di rumah sakit dan puskesmas.
Isu pendidikan juga menjadi perhatian dalam aksi tersebut. Mahasiswa meminta pemerintah memastikan akses pendidikan yang lebih berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat.
Demo Ratusan Mahasiswa, Desak DPRD Evaluasi Kinerja Pemkot Dan Meminta Wali Kota Hadir
Massa aksi juga menyoroti pentingnya pembangunan ruang kreatif bagi generasi muda, penanganan persoalan banjir dan drainase kota, serta optimalisasi fungsi ruang publik seperti taman kota dan alun-alun.
Menuntut pemerintah daerah memperkuat program ketahanan pangan masyarakat, meningkatkan keamanan lingkungan, serta menghadirkan kebijakan yang menjadikan Kota Metro lebih ramah bagi anak-anak dan kelompok lanjut usia.
Selain mendesak evaluasi program pemerintah daerah, mahasiswa juga menyoroti peran legislatif. Mereka meminta DPRD Kota Metro menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal terhadap jalannya pemerintahan.
Mahasiswa juga secara khusus mendesak DPRD untuk membentuk panitia khusus (Pansus) guna melakukan investigasi terhadap pengelolaan anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) serta pelayanan kesehatan di daerah.
Demo Ratusan Mahasiswa, Desak DPRD Evaluasi Kinerja Pemkot Dan Meminta Wali Kota Hadir
Kondisi terkini gedung DPRD Kota Metro yang penuh dengan kepulan asap dan dipadati ratusan mahasiswa demontrasi. (Syafrin)

