LiputanTerkini.Id PRINGSEWU — Keluhan warga Pekon Tambahrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu Lampung terkait genangan air yang kerap meluap ke Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Sumatera dan halaman rumah warga pasca-diguyur hujan, akhirnya mendapat respons dari pihak manajemen Alfamart.
Persoalan ini mencuat setelah adanya laporan dari masyarakat sekitar yang merasa terganggu dengan debit air yang tersumbat di area akses masuk gerai retail modern tersebut. Warga mensinyalir bahwa penutupan drainase secara total akibat pengecoran halaman depan Alfamart tanpa adanya ruang kontrol, menjadi pemicu utama mampetnya aliran air.
“Penyebabnya karena di atas drainase itu dicor full (penuh) oleh pihak Alfamart, sehingga salurannya tertutup rapat dan tidak diberi ruang atau celah pengontrol air,” ungkap salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Sorotan Pelanggaran Regulasi Daerah (Fasos/Fasum)
Sistem drainase dan fasilitas umum di wilayah ini sejatinya telah dipayungi oleh payung hukum yang tegas. Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Pringsewu Nomor 1 Tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), setiap pelaku usaha wajib menyelaraskan pemanfaatan ruang dengan sistem jaringan infrastruktur lingkungan, termasuk menjaga fungsi sistem drainase.
Selain itu, tindakan menutup total drainase publik tanpa menyediakan celah pengontrol juga berpotensi menabrak koridor Perda Pringsewu Nomor 10 Tahun 2013 tentang Ketertiban Umum, yang mana setiap badan usaha dilarang keras melakukan aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban lingkungan dan merugikan hajat hidup masyarakat sekitar.
Guna menyajikan informasi yang berimbang dan akurat sesuai amanat Kode Etik Jurnalistik (KEJ), Ketua DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Pringsewu, Rio Batin Laksana (RBL), langsung melakukan konfirmasi dan klarifikasi kepada pihak manajemen Alfamart pada Selasa (3/11/2026) pagi.
Melalui sambungan telepon, pihak Maintenance Alfamart All Area Pringsewu yang diwakili oleh Andika selaku teknisi, tidak menampik adanya kendala tersebut. Ia menjelaskan bahwa penanganan sumbatan di titik saluran tersebut sebenarnya sudah masuk dalam agenda perbaikan dan ditargetkan mulai dikerjakan hari ini.
“Kalau penanganan dari kemarin sudah saya urus. Pastinya tadi saya sudah teleponan dengan tukang yang mengerjakan, dan hari ini mau langsung dikerjakan,” ujar Andika saat dikonfirmasi oleh RBL via WhatsApp, Selasa (3/11) pukul 09.42 WIB.
Saat disinggung mengenai penyebab utama luapan air, Andika memaparkan berdasarkan laporan dari kru toko di lapangan, masalah utama disebabkan oleh akumulasi sampah kiriman yang menyumbat gorong-gorong, ditambah dengan sempitnya celah pembuangan yang ada saat ini.
“Kendala itu berdasarkan informasi dari anak toko di situ, ada sumbatan sampah-sampah dari atas yang mengalir ke gorong-gorong. Saking banyaknya sampah yang menyangkut dan belum sempat terbuang, kemudian ditambah air hujan sementara celah aliran yang ada kecil, jadinya air meluap ke permukaan,” jelasnya.
Andika menambahkan bahwa pihak manajemen telah mengetahui persoalan ini menyusul adanya koordinasi langsung dari Kepala Pekon setempat sebelumnya. Pihaknya bergerak cepat melakukan pengukuran di lapangan dan mengajukan laporan ke tingkat pusat untuk proses persetujuan anggaran perbaikan (ACC).
“Itu yang penting sudah ada koordinasi. Kemarin saya juga mendapatkan instruksi langsung dari Kepala Pekon, langsung saya ukur ke sana dan saya kirimkan laporannya ke kantor agar bisa segera di-ACC. Cuma memang antrean laporan di kantor cukup banyak karena mencakup area lain juga,” pungkas Andika.
Di akhir konfirmasi, Rio Batin Laksana (RBL) menegaskan bahwa langkah jurnalistik yang dilakukannya semata-mata demi mencari solusi bersama atas keluhan fasilitas publik yang dialami warga, sekaligus menjalankan fungsi pers sebagai kontrol sosial yang berimbang.
“Kami bergerak atas dasar keluhan masyarakat dan selalu patuh pada Kode Etik Jurnalistik. Melalui konfirmasi ini, kita berharap ada solusi konkret dan cepat dari manajemen Alfamart. Kami juga tetap membuka ruang kemerdekaan pers berupa hak jawab bagi manajemen jika di kemudian hari ada hal yang dirasa kurang pas,” kata RBL menutup pembicaraan.
Kini, warga Tambahrejo menanti realisasi janji perbaikan dari pihak Alfamart agar akses jalan utama dan pemukiman mereka tidak lagi menjadi langganan genangan air setiap kali hujan mengguyur. (Red)


