BERITATERKINITRENDING

Amarah GCP Memuncak: H. Kurniawan Desak Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu Bagi Korporasi Pembakar Hutan

LiputanTerkini JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Cinta Prabowo (DPP GCP) mengambil sikap tegas dan radikal terhadap eksploitasi lingkungan hidup di Indonesia. Ketua Umum DPP GCP Pusat, H. Kurniawan, mengutuk keras tindakan sejumlah oknum korporasi yang diduga sengaja terlibat dalam pembakaran hutan dan lahan demi kepentingan perluasan perkebunan kelapa sawit.

Langkah berani ini diambil GCP sebagai perwujudan komitmen penuh untuk pasang badan mengawal penegakan keadilan sosial dan kedaulatan ekonomi di bawah roda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

H. Kurniawan menegaskan bahwa dampak kerusakan lingkungan akibat pembakaran hutan telah secara nyata menyengsarakan masyarakat luas. Pihaknya mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengambil tindakan konkret dan melakukan investigasi menyeluruh ke akar-akar korporasi.

“Jika terbukti jelas ada unsur pidana, saya meminta agar aparat penegak hukum bergerak dengan tidak memandang bulu,” ujar H. Kurniawan dengan nada lantang dalam keterangan resminya kepada awak media, pada Kamis (29/10).

Lebih lanjut, ia menyoroti ketimpangan ekonomi yang terjadi akibat praktik lancung korporasi sawit nakal yang tidak bertanggung jawab. “Hutan dan lahan dibakar, kekayaan alam dikeruk, keuntungan dibawa ke Singapura. Ini parah, rakyat Indonesia cuma dapat apesnya saja. Ini tidak boleh dibiarkan, semuanya harus dibuka secara transparan,” tegasnya.

Ancaman Aksi Massa: Siap Pasang Badan Menentang Oligarki Merusak

Sebagai representasi kekuatan akar rumput, Gerakan Cinta Prabowo tidak akan tinggal diam jika institusi penegak hukum lambat dalam merespons krisis lingkungan ini. H. Kurniawan secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk memobilisasi massa guna melakukan aksi unjuk rasa langsung di depan entitas bisnis terkait.

“Jika petugas tidak melakukan langkah tegas, maka saya sebagai Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo tidak akan segan-segan mendemo para oligarki busuk yang menyedot kekayaan alam sekaligus merusaknya,” ancamnya secara terbuka.

Komitmen pergerakan ini, menurutnya, berakar langsung pada cita-cita konstitusi yang sering digaungkan oleh kepala negara terkait asas keadilan kepemilikan sumber daya nasional.

“Kita siap demo karena kita semua dirugikan. Presiden Prabowo selalu mengingatkan soal amanat Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945. Maka kita dukung penuh konstitusi tersebut dan kita siap pasang badan. Jadi mereka, para oligarki ini, jangan hanya mau enaknya saja,” ungkap H. Kurniawan.

Menutup pernyataannya, H. Kurniawan menyerukan kepada elemen intelektual, khususnya gerakan mahasiswa di seluruh penjuru negeri, untuk bersatu padu menyuarakan perlawanan terhadap eksploitasi alam yang merugikan kedaulatan negara.

“Gerakan Cinta Prabowo mengajak rekan-rekan mahasiswa untuk bergerak bersama, mendemo para pelaku usaha nakal ini agar mendapatkan efek jera yang nyata. Puluhan tahun mereka menikmati fasilitas di rezim yang lalu. Sekarang, di bawah pemerintahan Presiden Prabowo yang membela hak rakyat, tidak ada kompromi lagi. Indonesia harus dan pasti bisa berdikari!” pungkasnya menutup wawancara.

Editor: RBL
Exit mobile version