BERITATERKINITRENDING

Ketum GCP Bang Iwan Dukung Regenerasi PBNU, Dorong Dr. KH Marsudi Syuhud Bawa Kemaslahatan Umat dan Perbaikan Akhlak

LiputanTerkini.ID JAKARTA — Dukungan terhadap keberlanjutan roda organisasi Nahdlatul Ulama (NU) terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat. Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo (GCP), H. Kurniawan, yang akrab disapa Bang Iwan, secara resmi menyampaikan pandangan serta dukungan moralnya terkait dinamika penyegaran dan pergantian kepengurusan di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Dalam komunikasi singkat pada Sabtu, 22 Agustus 2026, Bang Iwan mendorong salah satu tokoh ulama nasional, Dr. KH Marsudi Syuhud, untuk maju menakhodai ormas Islam terbesar di Indonesia tersebut. Menurutnya, figur KH Marsudi Syuhud memiliki kapasitas kepemimpinan yang matang untuk menuntun PBNU ke arah yang lebih besar, solid, dan berdampak luas.

Scroll untuk baca artikel
IKLAN

“Kami dari Gerakan Cinta Prabowo memberikan dukungan moral penuh terhadap proses regenerasi di tubuh PBNU. Ke depan, kami berharap dengan terpilihnya Dr. KH Marsudi Syuhud sebagai nahkoda baru di PBNU, organisasi ini dapat tumbuh semakin kokoh, inklusif, dan konsisten bergerak demi kemaslahatan seluruh umat Islam serta bangsa Indonesia,” ujar Bang Iwan kepada RBL.

Sinergi Konstruktif dengan Pemerintah Prabowo

Lebih lanjut, Bang Iwan menguraikan dimensi edukatif mengenai pentingnya hubungan antara ulama dan umara (pemerintah). Ia menegaskan bahwa dorongan GCP agar PBNU di bawah kepemimpinan baru dapat membangun koordinasi erat dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sama sekali tidak berkaitan dengan urusan politik praktis atau pragmatisme kekuasaan.

Sinergi yang dimaksud adalah kolaborasi strategis dalam membentengi moralitas bangsa di tengah derasnya arus modernisasi dan tantangan global.

“Kerja sama antara PBNU dan pemerintahan Presiden Prabowo ke depan bukan soal politik praktis, melainkan sebuah ikhtiar mulia bersama dalam memperbaiki akhlak serta moral umat Islam pada umumnya, dan masyarakat Indonesia secara menyeluruh,” urai tokoh pemuda nasional tersebut.

Fokus pada Perbaikan Akhlak Bangsa

Menurut GCP, tantangan terbesar bangsa saat ini bukan sekadar membangun infrastruktur fisik, melainkan memperkuat fondasi karakter dan spiritualitas generasi muda. PBNU sebagai pilar utama penyeimbang stabilitas nasional dinilai memiliki tanggung jawab moral yang besar dalam mengawal nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah yang damai, toleran, dan berkarakter.

“Pemerintah membutuhkan mitra strategis dari kalangan ulama untuk menyentuh akar rumput. Melalui kepemimpinan Dr. KH Marsudi Syuhud kelak, kita optimis PBNU mampu menjadi pilot yang andal dalam membawa perubahan moral ke arah yang lebih baik, selaras dengan visi Indonesia Emas,” pungkas Bang Iwan.

Penulis: RBL
Exit mobile version