LiputanTerkini.ID JAKARTA — Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo (GCP), H. Kurniawan, menyatakan dukungan penuh terhadap pidato dan arahan tegas yang disampaikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto dalam peresmian infrastruktur strategis nasional baru-baru ini. GCP menegaskan bahwa komitmen Kepala Negara dalam menempatkan hak dasar serta urusan perut rakyat di atas kepentingan elite merupakan prinsip utama yang wajib dikawal oleh seluruh elemen bangsa.
Menurut H. Kurniawan, gagasan ketahanan pangan dan penguatan integritas aparatur negara yang digaungkan Presiden adalah langkah nyata dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
H. Kurniawan menekankan bahwa masalah ketersediaan pangan bagi masyarakat bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan fondasi dasar kedaulatan sebuah negara.
• Tanggung Jawab Bersama: Kebutuhan pangan adalah urusan mendasar yang menjadi kewajiban seluruh elemen bangsa, terutama para pejabat negara.
• Fokus Pemimpin: Bagi Presiden Prabowo, memberi makan rakyat merupakan kewajiban konstitusional dan moral tertinggi seorang pemimpin, terlepas dari segala dinamika atau pandangan kelompok tertentu di tingkat pusat.
• Kebutuhan Utama: Urusan perut rakyat tidak boleh dikesampingkan atau terabaikan oleh birokrasi dalam situasi apa pun.
“Bagi seorang Prabowo, masalah pangan adalah masalah dasar yang menjadi tanggung jawab semua orang di Indonesia. Memberi makan bagi rakyatnya adalah kewajiban mutlak seorang pemimpin negara,” ujar Ketum GCP, H. Kurniawan.
Selain sektor pangan, GCP menggarisbawahi poin penting dalam pidato Presiden yang mengingatkan jajaran birokrat, aparat militer, kepolisian, hingga kejaksaan untuk melakukan introspeksi total.
1. Hakikat Hak Istimewa (Privilege): Fasilitas, seragam, dan pangkat yang melekat pada pejabat negara sepenuhnya dibiayai dan bersumber dari rakyat Indonesia.
2. Bentuk Penghormatan: Atribut jabatan diberikan oleh rakyat sebagai bentuk penghormatan institusional, bukan untuk kesewenang-wenangan.
3. Fungsi Mengayomi: Seluruh aparatur berkewajiban moral memanfaatkan mandat tersebut untuk melindungi, mengayomi, serta memperjuangkan hak-hak dasar hidup masyarakat.
Melalui pernyataan resminya, GCP mengajak publik dan pemangku kebijakan untuk menjadikan momentum ini sebagai edukasi politik yang sehat. Organisasi ini mengingatkan agar tidak ada satu pun instansi pemerintahan yang mengabaikan atau mempermainkan kebutuhan dasar masyarakat.
Di akhir penyataannya, H. Kurniawan menegaskan bahwa sinergi antara ketahanan pangan yang kuat dan birokrasi yang bersih dari praktik korupsi adalah kunci utama menuju Indonesia Emas. GCP berkomitmen berada di garda terdepan guna memastikan visi kerakyatan ini berjalan tanpa hambatan di lapangan. | RBL

