BERITAPOLITIK

Soroti Isu Nasional, Ketua Umum GCP Sebut Ada Upaya Penggiringan Opini oleh Mafia

×

Soroti Isu Nasional, Ketua Umum GCP Sebut Ada Upaya Penggiringan Opini oleh Mafia

Sebarkan artikel ini

LiputanTerkini.Id PURWAKARTA – Organisasi relawan Gerakan Cinta Prabowo (GCP) menggelar konsolidasi awal dengan mengumpulkan seluruh pengurus daerah se-Jawa Barat di Kabupaten Purwakarta pada Minggu (21/6/2026). Langkah ini diambil guna menyikapi dinamika situasi politik dalam negeri yang dinilai tengah menghangat belakangan ini.

Acara yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum GCP, H. Kurniawan atau yang akrab disapa Bang Iwan ini, turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Di antaranya adalah Ketua Fraksi Gerindra DPRD Purwakarta Tedi, perwakilan Fraksi NasDem, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Purwakarta.

Scroll untuk baca artikel
IKLAN

Bang Iwan menjelaskan bahwa agenda utama pertemuan ini adalah konsolidasi internal untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memberikan pencerahan kepada seluruh anggota. GCP juga menegaskan komitmennya untuk tetap setia mengawal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto hingga tahun 2029.

Menanggapi berbagai isu miring yang berkembang, H. Kurniawan secara tegas menyatakan bahwa hal tersebut merupakan upaya sistematis dan masif dari pihak-pihak tertentu. Menurutnya, serangan opini ini dipicu oleh kebijakan tegas Presiden Prabowo dalam memberantas koruptor serta mafia sumber daya alam (SDA).

“Kebijakan ekspor satu pintu yang diterapkan pemerintah saat ini jelas mengganggu sumber pendapatan para mafia. Mereka melakukan perlawanan lewat penggiringan opini dan menciptakan kegaduhan di dalam negeri demi menjatuhkan wibawa pemerintah,” ujar Iwan kepada awak media.

Ia menambahkan, sebagai relawan yang sejak awal berjuang memenangkan Prabowo Subianto, GCP memiliki kewajiban moral untuk menjaga, mengawal, dan menyukseskan seluruh program kerja kabinet.

Terkait sorotan publik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat menghadapi kendala operasional, Bang Iwan memberikan catatan evaluasi. Ia menekankan pentingnya memisahkan antara substansi program dan teknis pelaksanaan di lapangan.

“Program MBG ini sangat bagus dan mulia tujuannya. Jika dalam pelaksanaannya ada kekurangan, yang harus dikoreksi dan dievaluasi adalah pelaksananya, bukan programnya. Pihak-pihak yang terbukti melakukan penyelewengan saat ini sudah ditindak tegas dan diproses secara hukum,” jelasnya.

Iwan berharap proses tata kelola dan evaluasi yang sedang berjalan dapat membuat program MBG semakin optimal ke depan. GCP berkomitmen untuk ikut serta mengawasi program tersebut secara objektif.

Sebagai langkah konkret pascakonsolidasi, Gerakan Cinta Prabowo berencana menggelar apel akbar dalam waktu dekat di Kabupaten Sukabumi. Acara tersebut diperkirakan akan melibatkan sekitar 1.000 massa untuk memastikan kesiapan seluruh kader GCP dalam mengawal jalannya program pemerintah pusat. |RBL

Editor: RBL
PoweredBy:Neverhide™