LiputanTerkini.id – Bandar Lampung | Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kuripan, Kecamatan Limau, Kabupaten Tanggamus,memberikan klarifikasi atas pemberitaan yang menyebut adanya limbah dapur SPPG Kuripan yang mencemari sumur warga.
Dalam keterangannya , Kepala SPPG Kuripan, M Dinal Mustofa menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.
Menurutnya, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dimiliki oleh SPPG Kuripan telah sesuai dengan Standar Oprasional Prosedur (SOP).
“Untuk Limbah Dapur Kami dibuang ke tempat penampungan, dan kami kosongkan setiap hari dengan cara disedot,” ujar Dinal kepada LiputanTerkini.id , Rabu (6/5/2026).
Selain itu menurut Dinal, posisi dapur SPPG Kuripan berada di lokasi yang tidak padat penduduk.
“Posisi dapur SPPG Kuripan ini juga jauh dari pemukiman penduduk karena lingkungan disini tidak padat penduduk,” terangnya.
Masih menurut Dinal, SPPG Kuripan juga sudah menjalin kerjasama dengan pihak mitra SPPG untuk mengganti IPAL dapur SPPG dari IPAL tanam dengan IPAL Portable.
“Kami juga sudah berniat baik untuk mengganti IPAL dapur SPPG Kuripan dari IPAL tanam dengan IPAL portable, namun karena pihak mitra sedang mengerjakan IPAL portable ditempat lain, sehingga untuk pengerjaan IPAL portable di SPPG Kuripan tertunda,” jelasnya.
Lebih lanjut Dinal mengatakan bahwa, memang ada keluhan dari salah satu warga terkait sumur dirumahnya yang diduga tercemar.
“Memang ada salah satu warga yang mengeluhkan sumur dirumahnya diduga tercemar, namun perlu kami jelaskan disini bahwa drainase yang mengalir disitu bukan hanya dari dapur SPPG Kuripan ini, namun ada juga limbah dari tempat pemotongan ayam dan toko yang kerap bongkar minyak goreng curah, yang diduga limbahnya juga mengalir di drainase tersebut,” ungkapnya.
Dilain pihak awak media juga mencoba meminta keterangan dari salah satu warga yang berdomisili di lingkungan dapur SPPG Kuripan, guna menanyakan apakah ada keluhan tentang limbah dapur SPPG Kuripan.
“Saya kebetulan tinggal dekat dapur SPPG Kuripan ini, dan selama ini tidak ada keluhan terkait sumur yang tercemar oleh limbah dapur SPPG ini, apalagi jarak rumah dan sumur saya hanya berjarak 50 meter dari dapur SPPG ini,” ujar Siswandi, salah satu warga masyarakat sekitar.
Dia mengakui bahwa memang benar ada salah satu warga yang mengeluhkan tentang sumur dirumahnya diduga tercemar oleh limbah.
“Memang benar ada yang mengeluhkan masalah sumur dirumahnya diduga tercemar oleh limbah, namun itu belum pasti karena belum ada pembuktian atau penelitian secara konkret, baru hanya ngomong-ngomong saja.” Tutupnya. | Red.
