LiputanTerkini.Id JAKARTA — Kritik tajam dilayangkan oleh Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo (GCP), H. Kurniawan, terhadap pernyataan seorang oknum di media sosial yang mengklaim sebagai anak seorang jenderal. Pernyataan oknum tersebut menuding Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, sebagai aktor di balik polemik isu ijazah tertentu.
Melalui keterangan resmi yang disampaikan via telepon seluler WhatsApp kepada media. Jumat, 18 September 2026, Bang Iwan menegaskan bahwa tuduhan tersebut merupakan asumsi yang tidak berdasar dan salah sasaran.
“Menyampaikan sebuah pandangan atau tuduhan di ruang publik itu wajib disertai dengan bukti materiil yang valid, bukan sekadar asal bicara. Saya tegaskan, pernyataan oknum yang mengaku anak jenderal tersebut sepenuhnya keliru dan salah sasaran,” ujar Bang Iwan dengan nada lugas.
Menurut Bang Iwan, sebagai unsur pimpinan legislatif dan tokoh kunci partai politik, Sufmi Dasco Ahmad saat ini sepenuhnya mencurahkan konsentrasi untuk memikirkan serta mengurusi persoalan strategis bangsa dan negara.
Ia menguraikan bahwa jajaran pemerintahan dan parlemen tengah fokus menghadapi berbagai tantangan nasional, mulai dari mitigasi bencana kebakaran hutan di wilayah Sumatera dan Kalimantan, penanganan bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga penanggulangan insiden tenggelamnya Kapal Virgo baru-baru ini.
“Pak Dasco selaku Wakil Ketua DPR RI dan Ketua Harian Gerindra memiliki agenda yang sangat padat untuk memikirkan kepentingan negara yang lebih besar dan mendesak. Sangat tidak logis jika beliau dikait-kaitkan dengan urusan polemik ijazah yang tidak produktif tersebut,” urai tokoh relawan nasional ini.
Lebih lanjut, H. Kurniawan, menjelaskan bahwa pembelaan yang ia sampaikan didasari oleh prinsip objektivitas kebangsaan, bukan karena adanya kedekatan personal atau hubungan kepentingan pribadi dengan Sufmi Dasco Ahmad.
“Secara pribadi, tidak ada hubungan khusus antara saya dengan Pak Dasco. Saya bergerak sebagai Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo yang memimpin barisan relawan pendukung Presiden, sedangkan Pak Dasco berada di ranah struktural partai dan parlemen. Namun, sebagai sesama elemen yang mengawal pemerintahan, kami wajib meluruskan opini publik jika ada tokoh negara yang diserang dengan narasi yang keliru,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, Ketum GCP meminta oknum tersebut untuk segera menghentikan penyebaran narasi spekulatif di media sosial dan mendesaknya untuk membuktikan segala ucapan secara hukum jika memang memiliki dasar.
“Buktikan dulu secara hukum, baru berbicara di publik. Jika tidak ada bukti, saya pastikan lagi bahwa argumen Anda salah total dan salah sasaran,” pungkas Bang Iwan.
