BERITADAERAHPENDIDIKANTERKINITIPS & TRIKTRENDING

TINTA EMAS DI UIN BANTEN: SMAN 5 PANDEGLANG BORONG 11 MEDALI JUARA, BUKTIKAN PRESTASI BUKAN KEBETULAN!

×

TINTA EMAS DI UIN BANTEN: SMAN 5 PANDEGLANG BORONG 11 MEDALI JUARA, BUKTIKAN PRESTASI BUKAN KEBETULAN!

Sebarkan artikel ini

LiputanTerkini.Id BANTEN – SMAN 5 Pandeglang kembali mengukir catatan sejarah yang mengharukan sekaligus membanggakan. Berkompetisi ketat selama tiga hari berturut-turut pada 25–27 September 2026, kontingen pencak silat sekolah ini sukses memborong total 11 medali dalam ajang bergengsi Kejuaraan Pencak Silat Maulana Hasanuddin Championship (MHC) 3 Tahun 2026 Piala Dandim 0602/Serang yang digelar di Kampus UIN Maulana Hasanuddin Banten.

Prestasi gemilang yang diraih oleh para pendekar muda SMAN 5 Pandeglang ini terdiri dari 2 medali emas, 5 medali perak, dan 4 medali perunggu. Pihak sekolah secara resmi menyampaikan rasa bangga, syukur, dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet dan pembina atas dedikasi luar biasa yang telah mengharumkan nama sekolah di tingkat provinsi.

Scroll untuk baca artikel
IKLAN

Air Mata Haru di Atas Podium Kemenangan

Atmosfer penuh tekanan menyelimuti laga final yang menjadi momen paling krusial bagi kontingen SMAN 5 Pandeglang. Namun, lewat perjuangan habis-habisan dan mental baja, Queen Seni dan Zihan Herwanto berhasil menumbangkan lawan-lawan tangguh dari berbagai daerah dan mengamankan posisi puncak sebagai peraih medali emas. Selain dua emas, medali perak sukses disumbangkan oleh Neli Aulia Rohma, Rizki Nurlia, Artini, Erni, dan Badri. Sementara medali perunggu berhasil diraih oleh Rama, Elina Kamelia Putri, Intan Septiasari, dan Didi Permana.

“Sangat bahagia dan bangga. Momen di atas podium terasa begitu mengharukan bagi kami. Semua rasa lelah saat latihan rasanya langsung terbayar lunas ketika tahu kami bisa mengharumkan nama sekolah,” ujar perwakilan atlet peraih medali dengan mata berkaca-kaca.

Saat ditanya mengenai rahasia menjaga keseimbangan hidup, mereka mengaku menanamkan disiplin ketat dalam membagi waktu. Sekolah tetap menjadi prioritas utama, sementara latihan dijalankan sesuai jadwal yang telah ditentukan. “Pernah berada di titik jenuh dan ingin menyerah, tetapi motivasi terbesar saya adalah orang tua, pelatih, dan keinginan kuat untuk membanggakan SMAN 5 Pandeglang,” tambahnya.

Kunci Sukses: Keseimbangan Akademik dan Karakter

Keberhasilan ini bukanlah sebuah kebetulan. Pihak manajemen SMAN 5 Pandeglang mengungkapkan bahwa kunci utama keberhasilan ini terletak pada sistem pembinaan yang terstruktur dan kolaborasi solid antara sekolah, pelatih, serta orang tua. Sekolah menerapkan kebijakan yang mendukung penuh bakat non-akademik tanpa mengesampingkan kewajiban belajar siswa. Monitoring rutin terus dilakukan; jika ada penurunan nilai akademik pada siswa atlet, sekolah dan pelatih akan segera melakukan evaluasi serta pendampingan khusus.

Dukungan konkret yang diberikan sekolah mencakup empat aspek utama, penyediaan sarana prasarana perlengkapan silat berstandar aman, pembinaan intensif bersama pelatih kompeten, dispensasi waktu bertanding yang ter kontrol agar siswa tidak tertinggal pelajaran, serta dorongan moral yang konstan dari guru dan rekan-rekan sekolah.

Prestasi besar ini menjadi wujud nyata dari internalisasi visi sekolah “Berprestasi, Berkarakter, dan Menginspirasi”. Aspek berprestasi dibuktikan lewat raihan 11 medali, aspek berkarakter tercermin dari kedisiplinan, kerja keras, dan sportivitas atlet, sementara aspek menginspirasi terwujud dari motivasi yang kini menjalar ke seluruh siswa lainnya untuk berani mengeksplorasi minat dan bakat mereka.

Menuju Panggung Nasional dan Internasional

Menatap masa depan, SMAN 5 Pandeglang telah menyiapkan langkah strategis demi menjaga konsistensi prestasi ini. Sekolah berkomitmen meningkatkan kualitas metode latihan yang lebih modern, menjaga kesinambungan program, serta melakukan regenerasi atlet sejak dini. Target jangka panjangnya sangat jelas membawa nama SMAN 5 Pandeglang menembus kompetisi tingkat nasional hingga internasional.

Pelatih pencak silat SMAN 5 Pandeglang, Rafiudin, mewakili kepala sekolah menyatakan bahwa para peraih medali seperti Queen Seni dan Zihan Herwanto memiliki potensi yang sangat besar untuk melaju ke level yang lebih tinggi, asalkan pembinaan fisik, teknik, dan mental terus berjalan konsisten.

“Pencak silat telah mengajarkan anak-anak nilai sportivitas untuk jujur, menghormati lawan, disiplin, dan bertanggung jawab di dalam maupun di luar sekolah. Jangan pernah takut untuk mencoba dan teruslah berlatih, karena setiap orang memiliki potensi untuk berprestasi di bidangnya masing-masing,” pungkas Rafi menutup penjelasannya dengan penuh optimisme.

Penulis: RBL
PoweredBy:Neverhide™