BERITAPENDIDIKANTERKINITIPS & TRIK

ASN Lampung Guncang Panggung MTQ Nasional 2026 di Makassar, Kisah Nanda Bikin Merinding!

×

ASN Lampung Guncang Panggung MTQ Nasional 2026 di Makassar, Kisah Nanda Bikin Merinding!

Sebarkan artikel ini

LiputanTerkini.Id MAKASSAR — Ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Nasional 2026 di Kota Makassar menjadi saksi perjuangan membanggakan abdi negara asal Lampung. Adalah Nanda Libra Septia, S.Pd.I., M.Pd., srikandi asal Pekon Tanjung Dalam, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, yang sukses memukau panggung nasional lewat Cabang Lomba Tartil Al-Qur’an Wanita pada Selasa (25/8/2026).

Menjadi utusan resmi Kafilah Provinsi Lampung di tingkat nasional tentu bukan perkara mudah. Dukungan penuh dari sang suami tercinta, Qomaruddin, menjadi pilar semangat utama bagi Nanda. Usai resmi dinyatakan lolos, suami menjadi orang pertama yang ia kabari sebagai bentuk rasa syukur atas kepercayaan besar yang kembali diletakkan di pundaknya.

Scroll untuk baca artikel
IKLAN

Perjalanan menuju Kota Daeng ini ditempuh Nanda melalui persiapan intensif selama dua bulan. Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), ia harus pintar membagi waktu antara kewajiban melayani publik dan latihan maraton. Nanda memanfaatkan waktu sore hingga malam hari secara konsisten untuk mengasah kualitas bacaannya bersama para pembina.

Tantangan terbesar di arena nasional bagi lulusan Magister Pendidikan ini adalah menjaga fokus dan stamina di tengah persaingan ketat. Tercatat, ada 117 kafilah dari berbagai kementerian, lembaga, dan provinsi yang ikut serta. Khusus di cabangnya, Nanda harus bersaing dengan 152 peserta terbaik se-Indonesia yang penampilannya dibagi dalam tiga hari.

Tampil apik pada hari pertama, Nanda kini tengah menunggu pengumuman hasil akhir sembari terus berdoa. Di sela-sela ketatnya kompetisi, ia mengaku mendapat pengalaman luar biasa dan ukhuwah yang erat dari interaksi bersama rekan-rekan sesama abdi negara dari seluruh penjuru Nusantara.

Lebih dari sekadar mengejar prestasi, Nanda membawa misi mulia untuk memotivasi masyarakat dan rekan sejawatnya. Ia ingin mematahkan stigma bahwa kesibukan kerja di birokrasi bisa menjadi alasan untuk menjauh dari Al-Qur’an. Menurutnya, interaksi dengan kitab suci justru menjadi pelurus niat dalam bekerja.

“Justru di tengah kesibukan bekerja, Al-Qur’an adalah charger hati kita. Satu ayat sebelum kerja, satu ayat saat istirahat, satu ayat sebelum pulang. Itu cukup untuk menjaga niat kita tetap lurus bahwa bekerja adalah ibadah,” ungkap Nanda dengan penuh takzim.

Nanda berharap capaian ini bisa menginspirasi Provinsi Lampung agar tidak hanya unggul dalam pelayanan publik, tetapi juga unggul dalam spiritualitas. Kini, doa dan dukungan dari masyarakat Bumi Ruwa Jurai terus mengalir, berharap sang srikandi tartil membawa pulang hasil terbaik bagi nama baik daerah.

Penulis: RBL
PoweredBy:Neverhide™