LiputanTerkini.ID JAKARTA — Kritik tajam mengalir dari Gerakan Cinta Prabowo (GCP) terkait insiden kekeliruan data dalam pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto menjelang HUT ke-81 RI pada 14 Agustus 2026 lalu. Ketua Umum GCP, H. Kurniawan, yang akrab disapa Bang Iwan, menyebut kekeliruan data tersebut sebagai preseden buruk yang mencoreng marwah institusi kepresidenan.
Melalui keterangan resmi yang disampaikan via pesan suara (voice note) WhatsApp kepada media ini, Bang Iwan menegaskan bahwa Istana Kepresidenan adalah cermin utama dari sebuah negara. Oleh karena itu, setiap pernyataan, pidato, maupun tindakan seorang kepala negara tidak boleh mengandung kesalahan sekecil apa pun karena menjadi rujukan bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Istana adalah wajah bangsa. Apapun yang diucapkan Presiden akan didengar dan dicatat oleh rakyat. Namun, dalam pidato menjelang HUT RI lalu, muncul data keliru yang menyebutkan hasil pengupas bawang mencapai Rp700.000 per kilogram. Ini sangat konyol. Akibat kelalaian ini, Presiden Prabowo menjadi sasaran empuk perundungan (bullying) dan serangan masif dari pihak-pihak yang berseberangan dengan pemerintah,” ujar Bang Iwan dengan nada lantang.
Sinyal Lingkaran Istana Tidak Steril
Tokoh pemuda nasional ini menilai, kesalahan fatal dalam naskah pidato tersebut bukan sekadar kelalaian teknis biasa, melainkan indikasi kuat bahwa lingkaran terdekat kepresidenan tidak bekerja dengan bersih dan profesional.
Bang Iwan mengingatkan kembali pernyataannya yang kerap ia sampaikan dalam berbagai program di televisi nasional, bahwa lingkungan internal Istana saat ini masih belum steril dari kepentingan yang merugikan nama baik presiden.
“Ini harus dievaluasi total secara transparan! Apa motif di balik pembuatan naskah pidato yang menyisipkan data keliru tersebut? Informasi salah itu dibacakan oleh Presiden Prabowo tanpa disadari bahwa itu adalah ‘Jebakan Batman’ untuk menjatuhkan kredibilitas beliau. Pembuat naskah dan tim perumus itu yang harus segera diperiksa kembali, siapa sebenarnya mereka,” cetusnya.
Desak Evaluasi Total Jajaran Ring-1
Melalui momentum ini, Ketum GCP memberikan edukasi politik sekaligus peringatan keras kepada pihak Istana. Beliau mendesak agar posisi-posisi strategis di lingkaran utama kepresidenan diisi oleh orang-orang yang memiliki loyalitas buta terhadap kepentingan bangsa dan perlindungan marwah Presiden Prabowo, bukan kelompok yang memiliki agenda terselubung.
“Saya kembali mengingatkan, orang-orang di dalam Istana haruslah figur yang benar-benar setia, kompeten, dan mampu bersama-sama menjaga kehormatan serta nama baik Presiden Prabowo Subianto. Kenyataan hari ini justru memperlihatkan adanya upaya terselubung dari oknum terdekat untuk mendegradasi reputasi presiden,” urai Bang Iwan.
Menutup pernyataannya, Bang Iwan menyampaikan keprihatinan mendalam mengenai peta politik di internal pemerintahan saat ini. Ia meyakini tantangan terbesar Presiden Prabowo hari ini bukan datang dari kelompok oposisi di luar, melainkan dari dalam struktur kekuasaan itu sendiri.
“Kita patut prihatin. Realitasnya, musuh terbesar Presiden Prabowo saat ini bukan berada di luar rumah. Saya meyakini, justru banyak ‘musuh dalam selimut’ yang berada di dalam rumah sendiri dan siap menggunting dalam lipatan,” pungkas Ketua Umum GCP tersebut.*

