LiputanTerkini.Id BOGOR — Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Cinta Prabowo (DPP GCP) menggelar rapat konsolidasi dan evaluasi akbar di Markas Komando DPP GCP, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu, 30 Agustus 2026. Pertemuan taktis ini dilakukan sebagai respons konkrit atas dinamika politik nasional yang menghangat dalam beberapa pekan terakhir.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi acara yang beralamat di Jalan Raya Mayor Oking Jayaatmadja, Sentra Ruko Cibinong, perhelatan ini mengusung tema sentral yang tegas: “Menangkis Serangan Masif yang Dilakukan oleh Londo Ireng, Oligarki, dan Para Pembenci Prabowo: Rakyat Jangan Mau Diadu Domba.”
Komitmen Membentengi Kepala Negara di Ruang Publik
Dalam pidato sambutannya yang disambut riuh para pengurus, Ketua Umum GCP, H. Kurniawan yang akrab disapa Bang Iwan, memaparkan alasan mendasar di balik pergerakan masif dirinya dan organisasi di berbagai media televisi nasional akhir-akhir ini.
“Kehadiran saya dari satu stasiun televisi ke stasiun televisi lainnya tidak lain dan tidak bukan adalah untuk melakukan konter, memproteksi, serta meluruskan berbagai pemberitaan miring yang sengaja diarahkan kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Ini adalah wujud cinta dan kesetiaan kami. Kami tidak akan pernah membiarkan Bapak Prabowo berjuang sendirian,” ujar Bang Iwan di hadapan ratusan kader GCP.
Ia menegaskan bahwa GCP bertindak sebagai garda terdepan pendukung kepresidenan sejak awal masa perjuangan hingga akhir masa jabatan (start sampai finish). Menurut analisisnya, saat ini berbagai kelompok kepentingan mulai dari kartel ekonomi hingga oknum koruptor disinyalir mulai menunjukkan pergerakan terbuka di permukaan untuk mencederai stabilitas pemerintahan.
“Mereka yang sebelumnya bergerak sembunyi-sembunyi, saat ini sudah mulai berani muncul di permukaan secara terang-terangan melalui manuver politik. Menghadapi situasi ini, jawaban GCP hanya satu, yaitu lawan! Kita harus solid mengawal kedaulatan presiden,” cetusnya lantang.
Edukasi Publik Terkait Isu ‘Kutu Loncat’ Politik
Lebih lanjut, Bang Iwan memberikan edukasi politik kepada masyarakat agar tidak mudah terombang-ambing oleh strategi adu domba. Ia menyoroti fenomena beredarnya narasi politik kontroversial dalam beberapa hari terakhir yang melibatkan seorang figur berinisial mantan menteri.
GCP mengidentifikasi adanya pernyataan yang dinilai bermaksud menghembuskan isu percepatan suksesi atau pelengseran terhadap Presiden Prabowo di tengah jalan. Walau yang bersangkutan telah melayangkan permohonan maaf secara terbuka dalam hitungan jam, Bang Iwan mengimbau publik untuk tetap kritis membaca arah pesan tersebut.
“Meskipun yang bersangkutan langsung menyampaikan permohonan maaf beberapa jam kemudian, namun secara komunikasi politik, pesan provokatif itu sudah terlanjur tersampaikan ke tengah masyarakat termasuk narasi spekulatif yang menyebut pemerintahan ini hanya diberi waktu dua tahun. Di sinilah GCP hadir untuk mematahkan propaganda tersebut. Rakyat Indonesia harus cerdas dan tetap bersatu demi menjaga keberlanjutan pembangunan bangsa,” pungkas Bang Iwan menutup arahannya.
