BERITAPOLITIKTERKINITRENDING

Respons Video Budi Arie, Ketum GCP Bang Iwan Ingatkan Presiden Prabowo Waspada Potensi Rongrongan Internal

LiputanTerkini.Id JAKARTA — Kritik bernada lantang dan bertenaga kembali ditiupkan oleh elite relawan pengawal pemerintah. Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo (GCP), H. Kurniawan, yang akrab disapa Bang Iwan, melayangkan peringatan keras secara terbuka yang ditujukan langsung kepada jajaran internal Istana Kepresidenan.

Melalui pernyataan kritis yang dikutip dari akun Facebook resmi miliknya, Bang Iwan memberikan respons menohok terkait beredarnya rekaman video pernyataan dari mantan menteri Kabinet Indonesia Maju, Budi Arie, mengenai dinamika posisi politik di lingkaran kekuasaan.

Scroll untuk baca artikel
IKLAN

“Saya, Kurniawan, selaku Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo, ingin menanggapi secara tegas pernyataan dari sosok mantan menteri tersebut. Selama ini, publik mungkin melihat atau menganggap figur-figur di lingkaran tersebut sebagai mitra yang baik, hebat, serta patut dihormati karena dirangkul layaknya sahabat dan saudara oleh Presiden. Namun, dinamika yang berkembang hari ini menuntut kita semua untuk melihat realitas politik secara lebih jeli,” ujar Bang Iwan dalam unggahan digitalnya yang dikutip pada Selasa, 25 Agustus 2026.

Peringatan Dini: Analogi ‘Anak Macan dan Ular’

Dengan gaya penyampaian yang lugas dan berani, Bang Iwan mengungkapkan bahwa baik secara pribadi maupun kelembagaan, GCP secara konsisten terus memberikan masukan dan peringatan dini (early warning) kepada Presiden Prabowo Subianto.

Ia menggunakan analogi metafora “anak macan dan ular” sebagai simbol dari adanya potensi ancaman laten tersembunyi di dalam lingkaran kekuasaan yang sewaktu-waktu dapat menggunting dalam lipatan, merugikan jalannya roda pemerintahan, bahkan berpotensi merongrong kewibawaan kepemimpinan nasional.

“Sejak awal, kami para pendukung setia dan organisasi GCP selalu mengingatkan Bapak Presiden Prabowo untuk senantiasa waspada terhadap elemen-elemen politik yang destruktif dan toksik di sekeliling beliau. Mereka bisa saja tampak mendukung, namun di balik layar berpotensi mempercepat proses degradasi kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Prabowo Subianto,” tegas tokoh pemuda nasional tersebut.

Menghormati Hak Hak prerogatif Presiden

Kendati melayangkan kritik dengan tensi tinggi, Bang Iwan menggarisbawahi bahwa GCP tetap menaruh rasa hormat yang mendalam terhadap segala keputusan politik yang diambil oleh kepala negara selaku pemilik hak prerogatif.

“Jika pada akhirnya Bapak Presiden lebih memilih untuk tetap merangkul, menghormati, dan menghargai keberadaan mereka di dalam sistem, tentu itu merupakan domain keputusan dan kebijakan mutlak dari beliau selaku pemimpin tertinggi. Tugas kami sebagai relawan garda depan adalah memastikan bahwa kami sudah menunaikan kewajiban moral untuk mengingatkan sebelum segalanya terlambat,” urainya secara filosofis.

Seruan Solidaritas: Jaga dan Kawal Presiden

Menutup pernyataan resminya di media sosial, Ketum GCP menyampaikan seruan konsolidasi yang membakar semangat kepada seluruh elemen pendukung, simpatisan, dan relawan Prabowo Subianto di seluruh pelosok tanah air. Ia meminta semua pihak merefleksikan secara mendalam pernyataan-pernyataan politik yang keluar dari para mantan pejabat negara akhir-akhir ini agar tidak lengah.

“Saya instruksikan kepada seluruh loyalis dan pendukung Prabowo di mana pun berada, cermati dengan saksama setiap pernyataan politik yang berkembang. Tetap pasang mata dan telinga, tingkatkan kewaspadaan, dan rapatkan barisan. Tugas sejarah kita belum selesai. Mari bersama-sama kita jaga, kawal, dan lindungi kepemimpinan Presiden Prabowo dari segala bentuk potensi gangguan, baik dari luar maupun dari dalam rumah sendiri,” pungkas Bang Iwan.

Editor: By Editor: RBL
Exit mobile version