LiputanTerkini.Id JAKARTA – Rencana aksi unjuk rasa kelompok mahasiswa yang menyuarakan penolakan terhadap Presiden Prabowo Subianto mendapat respons dari elemen pendukung pemerintah. Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo sekaligus Ketua Presidium 08, H. Kurniawan (Bang Iwan), menyatakan menghormati hak demokrasi tersebut, namun menegaskan komitmennya untuk mengawal pemerintahan yang sah.
Menurut Kurniawan, menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi merupakan hak konstitusional warga negara yang dijamin oleh undang-undang. Kendati demikian, ia mengingatkan agar gerakan tersebut murni menyuarakan aspirasi rakyat dan tidak ditunggangi oleh kepentingan pihak tertentu yang ingin mengganggu stabilitas negara.
“Semua orang memiliki hak demokrasi yang sama. Tidak menyukai Presiden Prabowo Subianto adalah hak siapapun, termasuk mahasiswa. Namun, kami sebagai pendukung juga memiliki hak konstitusional yang sama untuk setia mendukung kepemimpinan beliau hingga tahun 2029,” ujar Kurniawan kepada awak media, Kamis (11/6/2026).
Ia menambahkan, pihak pendukung tidak bersikap anti-kritik terhadap jalannya pemerintahan. Namun, mereka berkomitmen untuk menjaga situasi kondusif di masyarakat dan siap mengadang segala bentuk gerakan yang dinilai mengarah pada tindakan provokasi atau inkonstitusional.
Kurniawan menilai, saat ini pemerintahan Presiden Prabowo tengah fokus melakukan pembenahan sistemik, terutama dalam pemberantasan korupsi dan penegakan hukum di sektor sumber daya alam. Langkah tegas ini diduga memicu ketidakpuasan dari oknum-oknum yang kepentingannya terganggu oleh kebijakan bersih-bersih pemerintah.
“Saat ini pemerintah sedang fokus membenahi negeri dari praktik korupsi dan mafia yang merugikan negara. Kami tidak ingin aksi adik-adik mahasiswa ditunggangi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Kami menegaskan akan tetap setia mengawal Bapak Prabowo Subianto beserta kabinetnya,” pungkas Kurniawan.
Editor: RBL
