LAMPUNG, LiputanTerkini.ID – PT Pertamina Patra Niaga mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasi kepadatan pelayanan Biosolar di sejumlah SPBU di Provinsi Lampung.
Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya konsumsi Biosolar yang terjadi sepanjang 2026. Pertamina tidak hanya menambah volume penyaluran, tetapi juga melakukan penyesuaian pelayanan di SPBU yang memiliki tingkat konsumsi tinggi.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni menambah pasokan Biosolar ke SPBU dengan tingkat konsumsi tinggi. Penambahan pasokan diharapkan dapat menjaga ketersediaan BBM sekaligus memperlancar pelayanan kepada konsumen.
Pertamina juga memperpanjang jam operasional SPBU yang mengalami kepadatan. Dengan waktu pelayanan yang lebih panjang, distribusi BBM bersubsidi diharapkan dapat berlangsung lebih optimal.
Selain itu, perusahaan menambah jumlah operator yang bertugas melayani penjualan Biosolar. Penambahan personel tersebut ditujukan untuk mempercepat proses transaksi dan pengisian BBM.
Secara keseluruhan, rata-rata penyaluran Biosolar di Lampung telah mengalami peningkatan.
Pada Januari–April 2026, rata-rata penyaluran mencapai 2.178 KL per hari. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 2.503 KL per hari pada Mei–Agustus 2026.
Memasuki September 2026, penyaluran kembali ditambah menjadi rata-rata 2.768 KL per hari.
Pertamina memastikan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi Biosolar di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, masyarakat diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berulang yang berpotensi menghambat pelayanan bagi konsumen lainnya. (NdH)

